Selasa, 27 Desember 2016

Wenger Bantah Selalu Siapkan Alasan Jika Arsenal Kalah

Arsene Wenger membantah bahwa dirinya selalu mempersiapkan alasan khusus ketika Arsenal menelan kekalahan.


Wenger mendapat kritik belakangan ini usai timnya kalah dari Manchester City, dan dituding coba melindungi para pemainnya dengan menyoroti kinerja wasit Martin Atkinson, yang dianggap sang manajer mensahkan dua gol City yang berbau offside.

Namun Wenger membantah bahwa ia sengaja mencari alasan dan menjelaskan hal seperti itu terlintas dalam benaknya begitu saja.

"Saya lebih ingin fokus pada bagaimana saya mencoba jujur terhadap apa yang saya rasakan. Kadang saya frustrasi. Saya bukan satu-satunya manajer yang dirugikan karena keputusan wasit," tutur Wenger di The Mirror.

"Namun pekan lalu, kami kemasukan 100 persen dua gol yang offside. Ini pertama kalinya dalam 20 tahun. Setiap manajer melalui itu dan saya harus bisa melakukannya. Saya tidak akan menjalani konferensi pers dengan mempersiapkan taktik mengalihkan isu. Kadang itu terjadi begitu saja."

"Jadi ketika anda bilang banyak orang berlebihan, itu karena mereka mencintai klub. Mereka ingin bahagia melihat kemenangan Arsenal. Saya ingin membuat semua orang yang mencintai klub bahagia. Itulah yang terpenting." 

Mark Clattenburg Terpilih sebagai Wasit Terbaik 2016

Tahun yang sempurna untuk wasit asal Inggris, MarkClattenburg. Tahun ini, ia terpilih sebagai wasit terbaik berdasarkan voting yang dilakukan International Federation of Football History & Statistics.


Sepanjang tahun ini, Clattenburg memimpin sejumlah pertandingan penting di Eropa termasuk menjadi wasit dalam final Liga Champions antara Real Madrid dan Atletico Madrid. Ia juga menjadi wasit utama dalam final Euro 2016. Final FA Cup, wasit dari Durham County tersebut dipilih untuk memimpin pertandingan.

Nominasi wasit terbaik tahun ini didominasi wasit asal Eropa. Tapi ada juga kandidat lainnya berasal dari Amerika Selatan, Afrika dan juga dari Asia.

Dan berikut ini rangking 10 wasit terbaik tahun 2016 dari seluruh dunia:

Mark Clattenburg (England - 141 poin
Nicola Rizzoli (Italy) - 65 poin
Viktor Kassaï (Hungary) - 55 poin
Jonas Eriksson (Sweden)  - 43 poin
Cuneyt Cakir (Turkey) - 28 poin
Björn Kuipers (Netherlands) - 28 poin
Felix Brych (Germany) - 26 poin
Martin Atkinson (England) - 20 poin
Damir Skomina (Slovenia) -  19 poin
Nestor Pitana (Argentina) -  14 poin 

Cetak Gol Scorpion, Ini Komentar Mkhitaryan

Gelandang serang Manchester UnitedHenrikh Mkhitaryan, mengatakan ia bisa mencetak gol indah di pertandingan lawan Sunderland justru karena bola datang tak sesuai perkiraannya.


Mkhitaryan tak main sejak awal di pertandingan yang dilangsungkan di Old Trafford, Senin (26/12) ini. Ia baru masuk di menit ke-62 sebagai pemain pengganti. Sebab ia baru saja pulih dari cedera engkel. Cedera itu didapatnya saat main lawan Tottenham beberapa waktu lalu.

Meski main sebagai pemain pengganti, pemain asal Armenia ini memberikan dampak signifikan pada permainan tim asuhan Jose Mourinho tersebut. Bahkan ia sanggup mencetak gol indah di menit ke-86. Mendapat umpan silang dari Zlatan Ibrahimovic di sisi kanan, Mkhitaryan langsung menendang bola dengan gaya Kalajengking alias gaya Scorpion.

Mkhitaryan mengatakan, gol tersebut terjadi karena posisinya sebenarnya kurang pas dalam menerima umpan Ibrahimovic tersebut.

"Saya mengharapkan bola berada di depan saya tapi saya sudah terlalu maju sehingga saya mendapati bola berada di belakang saya," tutur Mkhitaryan saat diwawancara MUTV.

"Satu-satunya hal yang bisa saya lakukan dengan kesempatan itu adalah menendangnya dengan tumit dan saya berhasil melakukannya," tandas eks pemain Borussia Dortmund ini. 

Mourinho Konfirmasi Comeback Sir Alex di MU

Jose Mourinho mengkonfirmasi bahwa ia sudah mendatangkan kembali manajer legendaris Sir Alex Ferguson, kembali ke klub.


Ferguson memutuskan pensiun di Mei 2013, sekaligus menutup perjalanan karirnya yang luar biasa di Manchester United. Pria Skotlandia itu tercatat sudah memenangkan 13 trofi Premier League, lima Piala FA, dan dua Liga Champions di Old Trafford.

Sejak pensiun, Ferguson memilih menjauh dari markas latihan MU di Carrington di era kepelatihan David Moyes dan Louis van Gaal.

Namun Mourinho ternyata justru mengundang sang manajer untuk datang ke klub.

"Dia tidak pernah kembali sejak dia pergi, namun saya mendatangkannya lagi dengan orang-orang yang pernah bekerja dengannya. Saya ingin para pemain melihat sosoknya dan bagi saya dan dia, berbagi beberapa menit dan makan siang bersama. Kami amat menikmatinya," tutur Mourinho menurut United We Stand.

"Saya adalah tipe orang yang tidak pernah melihat 'hantu', saya menghormati masa lalu dan saya tahu dia mencintai klub ini. Kami memiliki hubungan yang bagus dan saya tahu ini adalah rumahnya."

"Ketika dia ingin datang ke sini, ke ruang ganti, untuk melihat pemain berlatih, dia tahu dia lebih dari sekedar mendapatkan sambutan hangat." 

Mourinho Kritik Performa MU Kontra Sunderland

Manajer Manchester UnitedJose Mourinho, mengaku tak puas dengan performa timnya lawan Sunderland, khususnya di babak pertama.


Manchester United berhasil mematahkan perlawanan Sunderland dengan skor 3-1 di matchday 18 Premier League di Old Trafford, Senin (26/12).

Pertandingan berjalan cukup menarik karena Sunderland bermain ngotot untuk mendapat hasil bagus. Namun United mampu menjinakkan tim tamu itu berkat gol-gol dari Daley Blind, Zlatan Ibrahimovic dan gol indah Henrikh Mkhitaryan. The Black Cats sendiri hanya bisa mencakar balik melalui gol Fabio Borini di menit-menit akhir laga.

Meski menang, namun ternyata Mourinho tak puas dengan performa anak-anak asuhnya di laga tersebut. Ia menyebut penampilan Setan Merah di babak pertama tak sesuai dengan harapannya.

"Saya tidak suka dengan kinerja kami di babak pertama. Saya suka hasil akhirnya," ujar Mourinho.

"Saya sangat menyukai babak kedua. Babak pertama saya tidak suka. Saya mengharapkan kami untuk memulai jauh lebih baik," ketus manajer asal Portugal ini seperti dilansir Sportsmole.

"Saya tahu David Moyes dan Sunderland pantas mendapat pujian untuk apa yang mereka lakukan di babak pertama. Di babak kedua kami mendapatkan segala sesuatunya kembali, intensitas, memulihkan bola di area lawan, memainkan umpan-umpan cepat dan memiliki pemain seperti Anthony Martial dan Henrikh Mkhitaryan di bangku cadangan yang sangat membantu. Kami pantas menang," tandasnya.